Senin, 28 Januari 2013

lirik lagu LUNAFLY – How Nice Would It Be



Romanized

Oneul gateun haneureul bomyeon
Oneul gateun barami bulmyeon
Nulleonwatdeon maeumi
Jakku gogaereul deureo

On sesangi nareul heundeureo
Chingudeuldo nareul buchugyeo
Neowa naega isseumyeon
Duri jal eoullindago

I wanna fly away (i wanna be with you)
And i’m dreaming again (i wanna be with you)
Jeongmal baran geotdo eobseotdeon naega
Geujeo nega johatdeon naega
Jeomjeom gidaehago itjanha

Neowa jeomsimeul meokgo
Byeochi joheun kapereul chajagago
Ireoko jeoreon yaegil nanugo mak utgo
Haejillyeok gilgeorireul gachi geonilgo
Neoui jip apeseo insareul nanugo woh
Eolmana joheulkka woh

Eorisukhan naui maltuneun
Neoreul johahandaneun jeunggeo
Tteolgo inni jigeum na
Geureom soneul jaba jullae

I wanna fly away (i wanna be with you)
And i’m dreaming again (i wanna be with you)
Maeil sangsang soge isseotdeon niga
Kkume seona mannatdeon niga
Nawa gireul geotgo itjanha

Neowa jeomsimeul meokgo
Byeochi joheun kapereul chajagago
Ireoko jeoreon yaegil nanugo mak utgo
Haejillyeok gilgeorireul gachi geonilgo
Neoui jip apeseo insareul nanugo

Eotteon mal halkka
Jigeum mal halkka
Neodo mal halkka
Naege mal halkka
Mot da haetdeon yaegi

Ireoke neol saranghago itdaneun mal
Seonggeuphaljirado geuge nae mamin geol

Neowa jeonyeogeul meokgo
Noeuri joheun goseul chajagago
Ireoko jeoreon yaegil nanuda immatchum
Hamkke gal yeohaengjireul gachi goreugo
Neowa yeongwontorok sarangeul nanugo
I wanna be with you

English

When I see a sky like today’s sky
When the wind blows like it does today
My heart that was pressed down keeps lifting its head

The whole world shakes me up
Even my friends stir things up
Saying that you and I
We look good together

I wanna fly away (I wanna be with you)
And I’m dreaming again (I wanna be with you)
I really didn’t expect anything
I just only liked you
But I keep getting my hopes up

Eating lunch with you
Finding a nice cafe with sunshine
Talking about this and that and laughing
Walking on the street with the sunset
Saying goodbye in front of your house
How nice would it be

My clumsy words
Are proof that I like you
Do I look nervous right now?
Then will you hold my hand?

I wanna fly away (I wanna be with you)
And I’m dreaming again (I wanna be with you)
You were always in my imagination
I always met you in my dreams
And you’re walking with me on this street

Eating lunch with you
Finding a nice cafe with sunshine
Talking about this and that and laughing
Walking on the street with the sunset
Saying goodbye in front of your house

What should I say?
Should I say it now?
Will you say it too?
Will you say it to me?
Words that were left unsaid

Words saying that I love you like this
It might seem fast but that’s how I feel

Eating dinner with you
Finding a place with a nice sunset
Talking about this and that and sharing a kiss
Picking out places to travel together
Sharing this love with you forever
I wanna be with you

Lirik Lagu Ailee : I Will Show You,



Naega sajun oseul geolchigo
Naega sajun hyangsul ppurigo

Jigeumjjeum neon geunyeol manna
Tto utgo itgetji

Geureoke johatdeon geoni
Nal beorigo tteonal mankeum

Eolmana deo eotteoke deo
Jal haeya han geoni

Neoreul amuri jiullaedo
Hamkkehan nari eolmainde

Jinan sigani eogulhaeseo
Jakku nunmuri heureujiman

Boyeojulge wanjeonhi dallajin na
Boyeojulge hwolssin deo yeppeojin na

Babocheoreom sarang ttaemune
Tteonan neo ttaemune ulji anheullae

Deo meotjin namjal manna
Kkok boyeojulge neoboda haengbokhan na

Neo eobsido seulpeuji anha muneojijianha
Boy you gotta be aware

Santteutage meoril bakkugo
Jeongseong deullyeo hwajangdo hago
Haihire jjarbeun chima modu nal dorabwa

Uyeonhi rado neol mannamyeon
Nuni busige useojumyeo

Nollan ni moseup dwiro han chae
Ttogak ttogak georeogaryeo hae

Boyeojulge wanjeonhi dallajin na
Boyeojulge hwolssin deo yeppeojin na

Babocheoreom sarang ttaemune
Tteonan neo ttaemune ulji anheullae

Deo meotjin namjal manna
Kkok boyeojulge neoboda haengbokhan na
Neo eobsido seulpeuji anha muneojiji anha
Boy you gotta be aware

ristizona.com
Niga jwotdeon banjil beorigo
Niga sseotdeon pyeonjil jiugo

Miryeon eobsi huhoe eobsi
Ijeo jul geoya neoreul ijeullae neoreul jiullae

Boyeojulge wanjeonhi dallajin na
Boyeojulge hwolssin deo yeppeojin na

Babocheoreom sarang ttaemune
Tteonan neo ttaemune ulji anheullae

Deo meotjin namjal manna
Kkok boyeojulge neoboda haengbokhan na

Neo eobsido seulpeuji anha muneojiji anha
Boy you gotta be aware

SISTEM STRATIFIKASI YANG PERNAH ADA DI INDONESIA




STRATIFIKASI SOSIAL

Pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia dengan derajat yang sama. Namun, kenytaan yang terjadi di masyarakat menunjukkan adanya penghargaan yang berbeda terhadap kelompok individu berdasarkan kelebihan yang dimilikinya. Kelebihan itu dapat berupa kekayaan. Kekuasaan, keturunan (kehormatan), dan pendidikan. Adanya penilaian yang berbeda dari suatu kelompok terhadap kelompok lain berrdasarkan sesuatu yang dianggap lebih, mengakibatkan suatu pola pengelompokkan masyarakat yang disebut sebagai stratifikasi sosial atau palapisan sosial. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokkan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial secara bertingkat.

FAKTOR PENYEBAB STRATIFIKASI SOSIAL


Stratifikasi sosial dapat muncul dengan sendirinya sebagai akibat dari proses yang terjadi dalam masyarakat. Faktor-faktor penyebabnya adalah kemampuan atau kepandaian, umur, fisik, jenis kelamin, sifat keaslian keanggotaan masyarakat, dan harta benda. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki fisik yang kuat dapat melindungi orang yang lemah, dan orang yang pandai dan bijaksana akan dijadikan pemimpin dalam masyarakat. Dengan demikian, akan terbentuk lapisan masyarakat berdasarkan kemampuan tertentu.

SISTEM STRATIFIKASI YANG PERNAH ADA DI INDONESIA

Sistem Stratifikasi Sosial dalam Masyarkat Pertanian

Berdasarkan kepemilikan tanah, masyarakat pertanian dapat dibagi atas tiga lapisan;
1. Lapisan tertinggi, yaitu kaum petani yang memeiliki tanah pertanian dan rumah.
2. Lapisan Menengah, yaitu kaum petani yang tidak memiliki tanah pertanian, namun memiliki tanah pekarangan dan rumah.
3. Lapisan terendah, yaitu kaum petrani yang tidak memiliki tanah pertanian dan pekarangan untuk rumah.

Pelapisan sosial masyarakat pertanian berdasarkan criteria ekonomi;
1. Lapisan pertama yang terdiri dari kaum elit desa yang memilki cadangan pangan dan pengembangan usaha.
2. Lapisan kedua yang terdiri dari orang yang hanya memiliki cadangan pangan saja.
3. Lapisan ketiga yang terdiri dari orang yang tidak memilki cadangan pangan dan cadangan usaha, dan mereka bekerja untuk memnuhi kebutuhan konsumsi perutmya agar tetap hidup.

Masyarkat pertanian pada umumnya masih menghargai peran pembuka tanah (cikal bakal), yaitu orang yang pertama kaliu membuka hutan untuk dijadikan tempat tinggal dan lahan pertanian. Cikal bakal dan keturunannya merupakan golongan elite di desanya. Biasanya mereka menjadi sesepuh atau golongan yang dituakan. Golongan kedua sesudah cikal bakal diduduki oleh pemilik tanah atau orang kaya, tetapi bukan keturunan cikal bakal. Mereka dapat memilki banyak tanah dan kayak arena keuletan dan kemampuan lainnya. Kelompok kedua ini disebut dengan kuli kenceng. Golongan ketiga adalah petani yang hanya memiliki tanah sedikit dan hanya cukup untuk dikonsumsi sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan lainnya ia harus bekerja di sector lain, seperti berdagang kecil-kecilan. Kelompok ini disebut dengan kuli kendo. Sedangkan golongan sector keempat adalah orang yang tidak memiliki tanah, namun bekerja di sector pertanian. Kelompok ini sering disebut buruh tani.

Kelompok cikal bakal merupakan kelompok masyarakat yang jumlah anggotanya sangat sedikit. Sedangkan kelompok buruh tanui merupakan kelompok terbesar dalam startifikasi masyarakat pertanian di Jawa.

Pelapisan sosial masyarakat pertanian di luar Jawa, seperti di pedalam Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Papua juga memiliki criteria berbeda dengan petani di Pulau Jawa. Hal inui disebabkan oleh kondisi lahan pertanian di luar Jawa yang masih luas. Akibatnya, maslah pemilikan tanah pun tidak terlalu dominant. Penentuan criteria status seseorang yang dihargai sangat tergantung padsa kemampuan orang dalam mengelola lahan pertaniannya, seperti jenis tanaman yang memilki nilai ekonomi yang tinggi, cara atau teknik penanaman, serta sarana transportasi hasil pertanian.

Kondisi masyarakat pertanian di luar Jawa sangat beragam, sehingga untuk menentukan sistem stratifikasi sosial masyarakatnya sangatlah beragam pula,. Namun, secara umum orang yang memiliki tanah yang luas dengan pengelolaan pertanian yang maju serta lapisan paling tinggi. Kemudian diikuti kelompok masyarakat lain, seperti petani dan buruh.

Sistem Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat Feodal

Pola dasar masyarakat feodal;
1. Raja dan kaum bangsawan merupakan pusat kekuasaan yang harus ditaati dan dihormati oleh rakyatnya, keran raja mempunyai hak istimewa.
2. Terdapat lapisan utama, yakni raja dan kaum bangsawan (kaum feodal) dan lapisan di bawahnya, yakni rakyatnya.
3. Adanya pola dan ketergantungan dan patriomonialistik. Artinya, kaum feodal merupakan tokoh panutan yang harus disegani, sedangkan rakyat harus hidup menghamba dan selalu dalam posisi dirugikan.
4. Terdapat pola hubungan antarkelompok yang diskriminatif, yaitu kaum feodal memperlakukan bawahannya secara tidak adil dan cenderung sewenang-wenang.
5. Golongan bawah cenderung memilki sistem stratifikasi tertutup.

Lapisan Sosial pada Masyarakat Feodal Surakarta dan Yogyakarta

Secara umum, masyarakat Surakarta dan Yogyakarta masih nenganut sistem feodal, walaupun tidakl sekental pada masa penjajahan Belanda. Pengaruh feodalisme tampak menonjol karena di Surakarta ada Kasunan Surakarta Hadiningrat yang saat ini dikepali oleh Sri Susuhunan Paku Buwono XII serta Pura Mangkunegoro IX . D Yogyakarta terdapat Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat yang saat ini dikepalai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta PuraPakualaman yang saat ini dikepalai oleh Sri Paduka Paku Alam IX.

Strata sosial pada masyarakat feodal Surakarta dan Yogyakarta;
1. Kaum bangsawan yang terdiri dari raja dan keluarga, serte kerabatnya.
2. Golongan priyayi, yaitu pegawai kerajaan yang terdiri dari orang-orang yang berpendidikan atau memiliki kemampuan khusus untuk kerajaan. Strata kedua ini bukan berasal dari keturunan raja.
3. Golongan wong cilik, yaitu rakyat jelata yang hidup mengabdi untuk raja, mislanya petani, nelayan, dan pedagang.

Lapisan Sosial Masyarakat Feodal di Aceh

Aceh sebagai daerah bekas kerajaan, masih memiliki sisa-sisa feodalisme yang kuat sampai saat ini. Hal ini terbukti dari strata sosial yang ada. Ada pun strata sosial masyarakat Aceh;
1. Keturunan raja atau bangsawan sebagai golongan atas. Penghargaan terhadap keturunan ini berupa gelar-gelar tertentu, seperti Cut untuk perempuan, Teuku dan Teungku untuk laki-laki.
2. Golongan kedua meliputi olee baling (pegawai/pengawal raja), dan golongan bawah atau rakyat jelata.

Lapisan Sosial Masyarakat Feodal di Sulawesi Selatan


Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki latar belakang feodalisme. Banyak kerajaan besar pernah berkuasa di sana, seperti kerajaan Gowa, Bone, dan Mandar. Melihat latar belakang tersebut, tidaklah heran apabila masyarakat Sulawesi Selatan terdapat strata sosial;
1. Golongan bangsawan atau keturunan raja-raja yang disebut anakurung pada lapisan atas. Golongan ini memiliki gelar tertentu, seperti andi atau karaeng.
2. Lapisan kedua diduduki oleh orang merdeka atau bukan budak yang disebut to-maradeka.
3. Golongan ketiga disebut ata, yang terdiri dari para budak yang meliputi orang-orang yang tidak mampu membayar utang atau orang-orang yang kalah perang.

Berbagai daerah di Indonesia memiliki latar belakang sejarah feodalisme yang panjang. Maka, tidak heran jika sampai saat ini sebagian masyarakat kita, masih menerapkan sistem stratifikasi sosial yang tertutup dengan menempatkan status sosial seseorang berdasarkan keturunannya.

resensi novel


Berteman Lebih Baik
Judul                     : THREE ANGELS PLUS
Penulis                 : Esi Lahur
Penerbit              :  PT.GRMEDIA PUSTAKA UTAMA
Tahun terbit       : 2007
Tebal buku          : 184 halaman    

Buku yang dikarang oleh Esi Lahur ini menceritakan tiga anak SMA yang bernama Luzia, Alia, dan Matilda. Mereka bertiga membentuk geng dan menamai gengnya dengan nama  Three Angels, walaupun sebenarnya kepribadian mereka bertiga sangat berbeda. Dari Luzina yang cantik banget dan punya mimpi jadi model top bahkan artis yang bisa menembus Ibukota. Dia memperhitungkan segalanya , mulai dari makan hingga memilih teman bahkan pacar. Alia , cewek manis yang ahli dalam bahasa inggris pindahan dari Jakarta. Saat ini  yang Dia pikirkan hanyalah ingin mencari uang untuk tambahan hidup dan membantu meringankan beban ibunya. Soal pacaran , dia memikirkannya belakangan. Matilda, cewek yang wajahnya pas-pasan namun dengan otak yang cemerlang. Dia terobsesi untuk segera pacaran Karena tidak ingin disebut jomblo. Three angels jadi plus ketika muncul  Roy, dilihat dari namanya, yang terbayang mungkin cowok keren, namun sebenarnya dia itu ndeso, gaptek dan jeleknya minta ampun, hingga dijuluki “Muka azab” oleh Luzina. Persahabatan yang awalnya manis tiba-tiba menjadi berantakan ketika salah satu anggota dari three angels , yaitu Matilda disukai oleh Roy. Awalnya Matilda dan gengnya sangat marah pada Roy, sehingga berhari-hari mereka saling berdiam tak kenal, hingga suatu saat Matilda menerima cinta Roy, tapi hanya untuk menghilangkan status jomblonya saja. Dan hal itu membuat Luzina marah, sehingga Luzina tak menganggap teman-temannya itu lagi. Tak lama setelah mereka pacaran, akhirnya Roy tahu kalau dia diterima menjadi pacarnya hanya karena Matilda tidak mau dijuluki jomblo. Roy pun marah dan pergi pulang kampung untuk menenangkan diri . matilda pun merasa bersalah hingga akhirnya Matilda rela pergi mencari kampungnya Roy dan segera minta maaf pada Roy serta minta maaf pada Luzina juga. Lambat laun, akhirnya Luzina takluk juga dan meraka bersama lagi. Soal Matilda dan Roy, mereka memutuskan untuk berteman saja karena itu lebih baik dan menghilangkan rasa benci diantara mereka.
Dilihat dari ceritanya, buku ini sangat cocok dengan kehidupan anak remaja jaman sekarang karena tidak sedikit dari mereka yang menggebu-gebu dalam menggapai cintanya saat SMA walaupun hanya untuk menutupi status jomblonya .  Di dalam novel ini juga kita di imbau agar tidak memilih teman serta jangan suka mengejek orang lain, karena itu dapat membuat orang lain sakit hati dan menganggap kita remeh.
Dilihat dari sampulnya, buku ini terlihat menarik dan lucu. Tetapi, didalam novel ini nilai-nilai moralnya tidak begitu ditonjolkan sehingga hanya sebagai hiburan semata. Dan saat kita membaca novel ini, kita harus benar-benar mengerti sudut pandang yang sedang digunakan oleh penulis karena penulis memakai sudut pandang berbeda dari bab sebelumnya dengan bab selanjutnya.